Tempurung Kura-kura Berwarna Putih, Mengapa?

Kura-kura mempunyai pesona yang sangat menarik. Daya tarik utamanya tentu terletak pada tempurung yang dimilikinya. Orang-orang sering mengatakan kalau tempurung merupakan rumahnya kura-kura. Tidak salah memang karena tempurung tersebut dimanfaatkan oleh kura-kura sebagai tempat berlindung dari gangguan musuhnya. Tempurung ini terbuat dari bahan yang sama seperti tulang sehingga strukturnya sangat keras, kuat, dan kokoh.

Kura-kura mempunyai tempurung yang warnanya bermacam-macam sesuai jenisnya. Tidak melulu berwarna hijau seperti yang banyak ada di kartun, tapi ada pula kura-kura yang punya tempurung berwarna hitam, cokelat, kuning, dan merah. Bahkan kura-kura juga bisa dibuat agar warna tempurung putih loh. Kura-kura albino mempunyai harga yang super mahal. Sebab daya tarik utama kura-kura memang terletak pada bagian tempurungnya.

Namun tempurung kura-kura juga bisa mengalami masalah. Beberapa penyakit bisa menimpa bagian ini. Akibatnya tempurung pun menjadi terlihat tidak menarik. Bahkan ada pula penyakit pada tempurung yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan kura-kura secara keseluruhan. Misalnya seperti penyakit shell rot. Penyakit ini ditandai dengan kemunculan bercak-bercak putih yang bertekstur lembek dan berlendir.

Tapi tak selamanya tempurung kura-kura yang muncul bercak-bercak warna keputih-putihan menandakan kalau dia sedang terkena penyakit shell rot. Sebab bisa jadi itu hanya merupakan MD (Mineral Deposit). MD hanya sekadar kelainan yang bisa terjadi pada kura-kura, terutama kura-kura air seperti RES, ambon, damer, CST, dan lain-lain. Untungnya kelainan ini sama sekali tidak mempengaruhi kondisi kesehatan kura-kura tersebut.

MD (Mineral Deposit) disebabkan oleh pemakaian air yang tidak sesuai. Biasanya air yang Anda masukkan ke dalam kolam kura-kura mengandung zat mineral yang terlalu banyak. Kandungan kalsium, zat besi, atau magnesium di dalam air tersebut banyak sekali. Akibatnya zat mineral ini akan menumpuk di permukaan tempurung kura-kura sedikit demi sedikit. Dari sinilah timbul bercak-bercak yang berwarna putih akibat tumpukan zat mineral.

Walaupun tak berbahaya bagi kura-kura, tetapi MDF merupakan kelainan yang menyebabkan penampilan tempurung kura-kura Anda menjadi tidak menarik. Adanya bercak-bercak warna putih membuat pesona kura-kura memudar. Penampilan kura-kura seperti terlihat kurang. Maka sebaiknya Anda segera mengatasi kelainan tersebut. Caranya dapat dilakukan dengan memberikan treatment menggunakan daun ketapang.

  1. Siapkan 2-3 helai daun ketapang yang kondisinya sudah benar-benar kering. Kalau Anda memetik daun ketapang yang segar, dibutuhkan waktu sekitar 1-2 hari penjemuran untuk membuatnya kering sempurna.
  2. Sediakan 1 ember air bersih. Masukkan daun ketapang kering ke dalam air di ember ini. Rendamlah daun ketapang di dalam air selama 8-12 jam. Nantinya air tersebut akan berubah warna menjadi kekuning-kuningan.
  3. Kuraslah semua air di kolam hingga kering. Kemudian bersihkan menggunakan sikat. Setelah dibilas sampai bersih, tuangkan air rendaman daun ketapang ke dalam kolam. Setelah itu, masukkan kura-kura ke kolam.

Treatment ini sangat penting diberikan kepada kura-kura yang tempurungnya mengalami kelainan mineral deposit. Anda harus rajin melakukannya. Gantilah air di kolam setiap hari dengan air rendaman daun ketapang kering yang baru. Hasil treatment sendiri akan tampak dalam waktu yang cukup lama tergantung kondisinya. Mungkin dalam waktu 1 bulan, bercak-bercak putih akibat MD akan berkurang sedikit. Kemudian setelah treatment selama 2-3 bulan, bercak-bercak ini akan hilang seluruhnya.